Kamis, 13 September 2012

Info Seputar HIV/AIDS & Narkoba: Bahaya Rokok

Info Seputar HIV/AIDS & Narkoba: Bahaya Rokok:

Info Seputar HIV/AIDS & Narkoba: Pelatihan Mahasiswa Peduli HIV/AIDS & NAPZA Univer...

Info Seputar HIV/AIDS & Narkoba: Pelatihan Mahasiswa Peduli HIV/AIDS & NAPZA Univer...: www.maphanunm.co.id

Info Seputar HIV/AIDS & Narkoba: "Surga" Peredaran Narkoba itu bernama Indonesia

Info Seputar HIV/AIDS & Narkoba: "Surga" Peredaran Narkoba itu bernama Indonesia: Walaupun telah menjatuhkan banyak orang namun barang haram yang kita kenal secara umum dengan nama narkoba ini nampaknya tetap saja menjadi...

Info Seputar HIV/AIDS & Narkoba: Perangi Narkoba dan HIV/AIDS

Info Seputar HIV/AIDS & Narkoba: Perangi Narkoba dan HIV/AIDS

Bahaya Rokok

http://bahayarokok.co.id

Pelatihan Mahasiswa Peduli HIV/AIDS & NAPZA Universitas Negeri Makassar (MAPHAN UNM)


www.maphanunm.co.id










Minggu, 09 September 2012

Pilkada Sulawesi Selatan

Pelaksanaan pemilihan gubernur sulawesi selatan sebentar lg akan di laksanakan tepatnya pada tanggal 22 Januari 2013. Para calon gubernur mulai mendekarisakan diri bersama pasangannya. Pada sabtu malam yang lalu tepatnya pada tanggal 08 september 2012 pasangan calon gubernur Ilham - Aziz mendeklariskan diri di lapangan karebosi yang di hadiri para petinggi partai pendukung seperti ketua umum partai demokrat anas urbaningrum beserta sekjennya edi baskoro yudhoyono atau yang biasa di panggil ibas.
Di hadapan ratusan pengurus partai pengusung, relawan, tim pejuang dan tim sukses, Ilham memaparkan deklarasi IA merupakan amanah masyarakat Sulsel dalam upaya membangkitkan semangat baru demokrasi di Sulsel menjadi lebih baik. "Kalau seorang kehilangan kesehatan, maka kesehatannya saja yang hilang. Tapi sekiranya yang hilang adalah semangat, maka segala yang dimiliki manusia itu akan hilang," sebut Ilham dalam pidatonya.    

Tak mau kalah, keesokan harinya tepatnya tanggal 09 September 2012 calon petahana dari partai golkar Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu'mamg juga mendeklarasikan diri sebagai pasangan cagub - cawagub. Deklarasi in i dihadiri Ketua Umum Partai Golkar sekaligus capres tunggal dari partai ini Aburizal Bakrie serta beberapa petinggi partai pendukungnya. Pasangan yang tetap setia sejak pilgub 2007 lalu ini, punya cita-cita besar untuk diwujudkan di Sulsel. Selain ingin menjadikan Sulsel pilar nasional, pasangan dengan tagline Don't Stop Komandan ini ingin menjadikan Sulsel sebagai simpul jejaring akselerasi kesejahteraan masyarakat.

Mudah-mudahan pilgub di Sul-Sel bisa terlaksana dengan baik, aman dan tentram tanpa ada saling gesekan antar massa pendukung pasangan masing-masing, supaya sul-sel bisa menjadi contoh yang baik untuk pilkada daerah yang lain . . .

"Surga" Peredaran Narkoba itu bernama Indonesia


Walaupun telah menjatuhkan banyak orang namun barang haram yang kita kenal secara umum dengan nama narkoba ini nampaknya tetap saja menjadi Idola. Tak pandang bulu, dari kalangan artis yang terbaru ada  pedangdut Citra Yunitsari. Sebelumnya Andika “kangen Band”, Sammy Simorangkir mantan vokalis Kerispatih,  Revaldo, Iyut Bing Slamet, Roy Marten, Polo, Gogon, Doyok telah lebih dahulu “parkir”karena terjerat kasus narkoba.
Para wakil rakyat dari berbagai daerah, pilot, mahasiswa, buruh, bahkan Ibu rumah tangga tak luput dari jeratan narkoba. Dari sisi usia tetap sama saja, narkoba tak pernah memilih korbannya. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa bahkan sampai lanjut usia tetap berpotensi terjerat, walaupun pasar utamanya adalah mereka yang berumur di antara 15 sampai dengan 30 tahun.
Dan berdasarkan data dari BNN (Badan Narkotika Nasional) peredaran narkoba melibatkan di Indonesia memiliki nilai yang fantastis, sehingga menjadi daya tarik besar buat para pemainnya. Pada periode Januari sampai November 2011 peredaran narkoba mencapai Rp. 28 Milyar lebih, tapi nilai ini hanyalah sebagian kecil dari peredaran sesungguhnya di Indonesia. Dan Malaysia adalah pemasok terbesar Narkoba ke Indonesia, selain negara-negara Afrika, Thailand, Vietnam dan masih banyak negara lain yang menjadi produsen narkoba bagi negara ini.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa jika yang tertangkap satu kilogram narkoba jenis apa saja, maka yang lolos setidaknya ada puluhan kali lipat dari jumlah tersebut. Banyak faktor yang meyebabkan terjadinya hal ini. FaktorX yang membuat negara ini menjadi “surga” peredaran narkoba. Bahkan berdasarkan data yang di ungkap di Metro TV (sabtu, 28 Januari 2012) Indonesia berada di peringkat ke 3 pasar narkoba dunia. Mulai dari keterlibatan oknum yang seharusnya mengawasi dan atau mencegah masuknya barang haram ini, jalur-jalur perbatasan seperti Nunukan dan Entikong, jalur laut melalui Batam dan Aceh. tentunya selain jalur penerbangan di pagi hari yang masing “lengang” pengawasannya.
Faktor lain adalah selisih harga yang begitu tinggi membuat para pengedar dari negara tetangga ini makin gencar mengedarkan narkoba ke Indonesia. Salah satu contoh narkoba favorit di kalangan para pemakai adalah shabu-shabu, di Malaysia di bandrol Rp. 300.000,- tapi di sini bisa berharga sampai Rp. 2 Milyar lebih.
Faktor utama tentunya adalah pengguna atau pemakai narkoba itu sendiri, dari jumlah penduduk yang mencapai 235 juta jiwa.  Indonesia merupakan pasar “gemuk” untuk peredaran narkoba karena, dari jumlah tersebut 2,2 persen atau 3,8 juta jiwa adalah pengguna narkoba. Diprediksi akan terus meningkat, hingga tahun ini akan mencapai 2,8 persen atau 5,1 juta jiwa.
Upaya pencegahaan bukannya tidak dilakukan, BNN dan beberapa LSM yang konsen di bidang ini telah banyak melakukan berbagai cara demi menghambat laju peredaran narkoba di Indonesia. Undang-undang dengan sanksi berat pun telah mengakomodir kebutuhan pelaku hukum dalam upaya tersebut. Namun peredaran narkoba tetap melaju pesat, karena memang upaya pencegahan tersebut tidak cukup sekedar itu saja.
Seluruh komponen bangsa ini di harapkan menjadi “mata” terhadap upaya pencegahan dini peredaran narkoba. Setidaknya di lingkungan terdekat kita, mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga kita sendiri. Karena cara yang paling efektif adalah dengan memutuskan mata rantainya itu sendiri. Dengan menjaga diri dan lingkungan keluarga kita masing-masing mudah-mudahan dapat membawa dampak besar dalam rangka mencapai tujuan utama kita yaitu “mengkerdilkan” atau bahkan “membunuh” pasar narkoba di negeri ini.
Jangan kita biarkan narkoba membunuh diri kita, saudara-saudara kita, teman-teman kita atau bahkan orang tua kita. Bukankah masih jelas ingatan kita pada tragedi  ”Tugu Tani” , bahkan narkoba tidak hanya bisa membunuh penggunanya itu sendiri, bahkan 9 nyawa harus terbuang sia-sia karenanya.